Tuesday, 23 June 2015

Selamat Dari Musibah Karena Kedasyatan Doa dan Zikir

 

Ketika itu seorang pria menaiki sebuah kapal yang sudah penuh muatan. Dia adalah satu di antara beberapa penumpang ilegal. Karena kapal itu dirasa tak stabil para penumpang pun sepakat menyisihkan yang tak ber-'tiket'.

Pria yang baru saja lari dari tanggung jawab mengajak masyarakat kepada kebaikan itu namanya terus keluar dalam undian meskipun telah diulang sebanyak 3 kali sehingga harus menceburkan diri ke air karena kapal sudah tak lagi tertambat di dermaga. Dikutip dari berbagai sumber, kala itu bulan sedang tak bersinar, sedangkan gelombang sedang tinggi dan angin tengah berhembus kencang.

Rasul kota Ninevah, Irak itu telah berdiri di pinggir kapal, sebelum melompat ia sempatkan mengingat dan menyebut-Nya. Yunus terus bertasbih ketika sudah sampai di laut ganas itu. Paus yang menemukan Yunus menelannya lantas berenang ke dasar laut. Dalam kondisi ini Yunus membayangkan kematiannya, namun lidahnya tetap menjaga pujian terhadap-Nya.

Seperti disebutkan dalam kitab suci umat Islam, maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

Empat puluh hari kemudian barulah nabi yang disebut dalam Alquran sebagai Dzun Nun ini dimuntahkan oleh ikan besar itu di sebuah pulau terpencil. Kala itu kondisinya tengah kepanasan seperti terbakar karena kandungan asam dalam tubuh ikan paus tersebut. Namun, Yunus mampu menahan rasa sakit itu sembari megucapkan pujian pada-Nya, meskipun sempat berteriak-teriak kesakitan.

Kisah mengenai Nabi Yunus AS dapat kita temui dalam Alquran surat al-Shaaffaat [37] ayat 139-148 serta surah Al-Anbiyaa' [21] ayat 87.

Tentang Last Media

Unknown

Penulis & Editor

Last Media Network adalah laman berbagi, berisi berita informasi dan hiburan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi orang banyak.

0 komentar:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Last Media. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com