menari bisa menjadi gaya hidup, dalam hal ini dikaitkan
dengan olah tubuh demi kesehatan, baik fisik maupun mental (psikologis).
Secara fisik, jelas menari bisa melatih kelenturan tubuhmu. Lalu
mental, bagaimana bisa?
Ternyata, selain manfaat kreativitas, tari merupakan aktivitas yang bisa meringankan stres dan mendatangkan kebahagiaan, lho. Dilansir dari laman Elite Daily, Sabtu
(4/7), media Prevention menyatakan bahwa penelitian di Swedia meneliti
perihal hubungan tari dan kondisi fisik dan psikologis. Penelitian ini
melibatkan 112 remaja perempuan, dengan setengahnya terlibat dalam kelas
tari setiap minggu, sementara separuh lainnya tidak mengikuti kelas
tersebut. Selain itu, mereka semua mengalami sakit punggung dan leher,
kecemasan, dan stres atau depresi.
Hasilnya menunjukkan para remaja yang memiliki rutinitas menari setiap minggu memiliki gairah dalam suasana hati mereka.
Salah seorang penelitinya, Anna Dubert, mengumumkan dalam siaran
pers, "... tari dapat menciptakan kepatuhan tinggi dan pengalaman
positif bagi peserta."
Lebih lanjut, Prevention juga menyatakan tidak pernah terlalu
terlambat untuk mendapatkan manfaat dari menari. Bahkan kamu tidak perlu
menjadi seorang balerina profesional untuk memperoleh manfaatnya. Tapi
bukan berarti kamu tidak boleh berlatih balet maupun tari yang lain.
Media lain seperti Psychology Today juga melaporkan bahwa menari bisa
membuat kamu lebih bahagia daripada hanya sekadar nge-gym atau lari.
Dukungan lain juga disuguhkan studi lain di University of London,
yang melibatkan pasien dengan gangguan kecemasan. Mereka semua akhirnya
mendapatkan terapi antara lain: kelas olahraga, kelas modern dance,
kelas matematika atau kelas musik. Dari semua itu, ternyata pasien kelas
tari modern yang mampu mengurangi kecemasan secara signifikan.
Selain bermanfaat untuk psikologis atau mental, Vicki Baum, penulis
"Love and Death in Bali" berdarah Austria-Amerika Serikat, menyatakan
bahwa "There are shortcuts to happiness, and dancing is one of them",
artinya adalah jalan pintas bahagia ya menari.
Nah, selain itu, menari juga bisa merangsang pikiran dan mempertajam
keterampilan kognitif pada setiap usia. Menari bisa merangsang kegiatan
otak yang berbeda pada saat yang sama, termasuk emosional, rasional,
kinestetik, dan musik.
0 komentar:
Post a Comment