Wednesday, 8 July 2015

Menari bikin hidup lebih bahagia, ini fakta penelitian!

 https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT4qHBCyFDL19DqXNFKfveXFgKbeKRmgGsYwyraMCdFSpSXZVt4


menari bisa menjadi gaya hidup, dalam hal ini dikaitkan dengan olah tubuh demi kesehatan, baik fisik maupun mental (psikologis). Secara fisik, jelas menari bisa melatih kelenturan tubuhmu. Lalu mental, bagaimana bisa?

Ternyata, selain manfaat kreativitas, tari merupakan aktivitas yang bisa meringankan stres dan mendatangkan kebahagiaan, lho. Dilansir dari laman Elite Daily, Sabtu (4/7), media Prevention menyatakan bahwa penelitian di Swedia meneliti perihal hubungan tari dan kondisi fisik dan psikologis. Penelitian ini melibatkan 112 remaja perempuan, dengan setengahnya terlibat dalam kelas tari setiap minggu, sementara separuh lainnya tidak mengikuti kelas tersebut. Selain itu, mereka semua mengalami sakit punggung dan leher, kecemasan, dan stres atau depresi.

Hasilnya menunjukkan para remaja yang memiliki rutinitas menari setiap minggu memiliki gairah dalam suasana hati mereka.

Salah seorang penelitinya, Anna Dubert, mengumumkan dalam siaran pers, "... tari dapat menciptakan kepatuhan tinggi dan pengalaman positif bagi peserta."

Lebih lanjut, Prevention juga menyatakan tidak pernah terlalu terlambat untuk mendapatkan manfaat dari menari. Bahkan kamu tidak perlu menjadi seorang balerina profesional untuk memperoleh manfaatnya. Tapi bukan berarti kamu tidak boleh berlatih balet maupun tari yang lain.

Media lain seperti Psychology Today juga melaporkan bahwa menari bisa membuat kamu lebih bahagia daripada hanya sekadar nge-gym atau lari.

Dukungan lain juga disuguhkan studi lain di University of London, yang melibatkan pasien dengan gangguan kecemasan. Mereka semua akhirnya mendapatkan terapi antara lain: kelas olahraga, kelas modern dance, kelas matematika atau kelas musik. Dari semua itu, ternyata pasien kelas tari modern yang mampu mengurangi kecemasan secara signifikan.

Selain bermanfaat untuk psikologis atau mental, Vicki Baum, penulis "Love and Death in Bali" berdarah Austria-Amerika Serikat, menyatakan bahwa "There are shortcuts to happiness, and dancing is one of them", artinya adalah jalan pintas bahagia ya menari.

Nah, selain itu, menari juga bisa merangsang pikiran dan mempertajam keterampilan kognitif pada setiap usia. Menari bisa merangsang kegiatan otak yang berbeda pada saat yang sama, termasuk emosional, rasional, kinestetik, dan musik.

Tentang Last Media

Unknown

Penulis & Editor

Last Media Network adalah laman berbagi, berisi berita informasi dan hiburan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi orang banyak.

0 komentar:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Last Media. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com